Cincin Sial Si Ujang
Ujang adalah pria sederhana dari kampung Sukahening yang sedang jatuh cinta setengah mati pada gadis pujaan hatinya, Siti. Setelah tiga tahun menabung dari hasil jualan tahu bulat keliling, akhirnya Ujang berhasil membeli cincin emas 24 karat... eh, 24 persen, sisanya entah campuran apa.Cincin itu dibeli di toko perhiasan pinggir jalan yang promonya agak mencurigakan:"BELI 1 GRATIS KOTAKNYA!"Dengan bangga, Ujang menyiapkan momen lamaran. Ia menyewa angkot buat dijadiin tempat dinner romantis. Di dalamnya ada lilin, nasi padang, dan pengamen yang diminta nyanyi lagu cinta — walau tetap saja nyanyinya "Bang-bang Tut" pakai suling.Saat momen penting tiba, Ujang pun berlutut di hadapan Siti."Siti, maukah kau jadi calon makmumku dalam satu saf yang halal?"Siti terharu. Tapi begitu Ujang buka kotak cincin, semua menjadi... bencana.Cincin yang sudah dicoba pas di toko, entah kenapa sekarang ukurannya muat di jari kelingking anak SD. Bahkan, waktu dipaksa masuk ke jari manis Siti, malah mental dan terbang ke dalam es teh manis yang disajikan!Siti tertawa terbahak-bahak. Ujang panik, mencoba ngambil cincin dari gelas tapi malah tumpah ke baju lamarannya yang disewa — dan harus dikembalikan hari itu juga."Jang... ini niatnya ngelamar apa sulap sih?"
kata Siti sambil ngelap tumpahan es teh dari pipinya.Ujang pun nyengir."Yah... namanya juga cincin budget pas-pasan. Tapi niatku sungguh, Ti. Mau lahir batin sama kamu, walau cincinku mental!"Akhir cerita?
Siti menerima lamarannya. Tapi dengan syarat:"Cincinnya ganti ya, jangan yang bisa mental!"
[AceHand SPECTaceLAR]
Cerita hapa ni...?
Jizzz... Klong! Klong!
Pages:
[1]